Skip to content

MAKALAH MIKOLOGI

2012 November 5
Posted by muhammadyogie87

KATAPENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mikrobiologi ini dengan judul “ Mikologi “. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi, Program Studi Keperawatan.

Dalam menyusun makalah ilmiah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada  Dosen pembimbing  Veny Patricia S,Pd . Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

                      Palembang ,   Juni 2012

                                                                                                           Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Kata mikologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata mykes yang berarti jamur dan logos yang berarti ilmu, jadi mikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan jamur. Banyak sekali sinonim dari jamur di antaranya cendawan, fungi, kapang dan lapuk.
Umumnya jamur berukuran mikroskopis, oleh karena itu studi tentang jamur ini baru dimulai setelah penemuan mikroskop oleh Van Leeuwnhoek pada abab ke 17. Kemudian pada tahun 1729, Pier Antonio Micheli seorang botani berkebangsaan Italia mempuplikasikan sebuah buku yang berjudul Nova Plantarum Genera yang di antaranya berisikan penelitian tentang jamur, sehingga beliau mendapat kehormatan sebagai bapak pendiri ilmu pengetahuan tentang jamur yang dikenal dengan mikologi.
Sulit memberikan definisi yang tepat tentang jamur , karena organisme yang dianggap jamur sangat bervariasi dalam bentuk, sifat dan siklus hidupnya. Namun sekarang para ahli botani mencoba mendefinisikan jamur tersebut berdasarkan ciri-ciri umum yang dimilikinya. Jamur adalah organisme eukariotik (mempunyai inti sejati) tidak mempunyai klorofil, mempunyai spora, struktur somatik atau talus berupa sel tunggal (uniseluler) dan umumnya berupa filamen atau benang-benang bercabang (multisesuler), berkembang biak secara seksual dan aseksual, dinding sel umumnya terdiri dari kitin dan selulosa atau keduanya.
Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga ia tidak mempunyai kemampuan untuk memproduksi makan sendiri atau dengan kata lain jamur tidak bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya. Oleh karena itu jamur memerlukan senyawa organik baik dari bahan organik mati maupun dari organisme hidup sehingga jamur dikatakan heterotrof. Jamur ini ada yang hidup dan memperoleh makanan dari bahan organik mati seperti sisa-sisa hewan atau tumbuhan, dan dapat pula yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme hidup.Jamur hidup dan memperoleh makanan dari bahan organik mati dinamakan saprofit, sedangkan yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme hidup dinamakan parasit.
Pada umumya jamur yang hidup sebagai saprofit menguntungkan bagi kehidupan manusia misalnya sebagai dekomposer yang dapat menghancurkan sisa-sisa tumbuhan ataupun hewan yang berupa senyawa yang kompleks menjadi senyawa sederhana, dan kemudian dikembalikan ke dalam tanah sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Jamur saprofit juga penting dalam industri fermentasi minsalnya dalam pembuatan bir, roti, tempe, dan juga digunakan dalam memproduksi asam-asam organik, obat-obatan, vitamin, dan anti biotika seperti penisilin, ampisilin, griseovulfin. Selain itu jamur saprofit juga banyak yang dikonsumsi olah manusia minsalnya jamur merang, jamur tiram, jamur kuping.
Sedangkan jamur yang hidup sebagai parasit umumnya merugikan karena dapat menyebabkan berbagai penyakit pada tumbuhan, hewan dan manusia.Tapi tidak semua jamur yang berasosiasi dengan tumbuhan merugikan, tetapi ada yang menguntungkan bagi jamur dan tumbuhan. Hifa jamur membentuk organ khusus dengan akar tanaman yang dikenal dengan mikoriza. Belakangan ini jamur tidak hanya menjadi pemikiran bagi ahli jamur tetapi juga bagi ahli sitologi, ahli genetika dan biokimia yang menemukan bahwa jamur dapat menjadi alat penelitian penting dalam mempelajari biologi dasar. Hal ini disebabkan oleh jamur lebih cepat berkembang dibandingkan dengan tumbuhan dan hewan.

1.2  Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian mikologi,dan mikologi kedokteran
  2. Ingin menjelaskan klasifikasi jamur atau pembangian jamur
  3. Ingin mengetahui Posisi fungi dalam taksonomi,cara hidup,habitat dan reproduksi
  4. Ingin mengetahui cirri-ciri jamur,jamur pada manusia
  5. Ingin mengetahui, penyakit dan pencetus, factor –faktor terjadi penyakit jamur.

BAB II
TINJAUAN  PUSTAKA

2.1 Pengertian Mikologi

Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur (fungi) – banyak orang juga menyebut cendawan.

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri.

Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara : dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah.

Mikologi kedokteran  adalah ilmu yang mempelajari tentang jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Jamur termasuk tumbuhan filum talofita yang tidak mempunyai akar, batang dan daun. Jamur tidak bisa menghisap makanan dari tanah dan tidak mempunyai klorofil sehingga tidak bisa mencerna makanan sendiri oleh karenanya hidup sebagai parasit atau saprofit pada organisme yang lain.Sampai saat ini dikenal kurang lebih 200.000 spesies jamur tetapi hanya 50spesies yang pathogen pada manusia, yaitu ;

•20 spesies menyerang kulit

•20 spesies menyerang subkutis

•18 spesies menyerang alat dalam atau sistemik 

     2.2 Morfologi Jamur

     Morfologi jamur dibedakan berdasarkan bentuk koloninya, Ragi ( yeast ) menghasilkan koloni yang kompak, seperti krim (teksturnya), dan lembab pada permukaan medium agar. Sedangkan jamur berfilamen atau kapang (mold ) menghasilkan koloni yang berserat seperti kapas, atau seperti tepung. Beberapa jamur patogen memiliki bentuk hidup sebagai ragi dan jamur berfilamen, disebutdimorfik. Dimorfisme bentuk hidup dapat bersifat tergantung pada perubahansuhu lingkungan. Bentuk kapang terbentuk pada suhu 25-30 oC, sedangkan  bentuk ragi dibentuk pada suhu mencapai 35-37o C.

 

  1. A.    Ragi (Yeasts)

 

     Ragi merupakan mikroorganisme uniselular, berbentuk bulat hingga oval, berukuran antara 

     2 – 60 µm. Sel-sel ragi dapat bereproduksi secaraaseksual dengan membentuk tunas, dan secara seksual dengan membentuk askospora atau basidiospora. Parameter yang digunakan untuk dapatmemebdakan jenis ragi adalah ukuran, keberadaan kapsul, dan mekanisme pembentukan tunas (budding ). Umumnya ragi merupakan anggotakelompok 

      Ascomycota, Basidiomycota,atau Deuteromycota. Terdapat dua istilah yang harus dibedakan dari perkembangan ragi, yaitu “ germtube” dan “pseudohypae” . “Germ tube”

      adalah perpanjangan dinding selyang tidak mengalami konstriksi atau pelekukan, struktur ini dibentuk padasaat ragi mulai membentuk hifa.

     “Pseudohypae” adalah perpanjangandinding sel yang disertai dengan pelekukan, sehingga secara morfologiakan tampak seperti hifa bersekat

Gambar 8.1. Pseudohifa

  1. B.      Kapang (Molds)\

 

Struktur dasar kapang adalah hifa yang berbentuk seperti tabung memanjang. Hifa berkembang membentuk struktur seperti benang (tampak secara makroskopis), disebut miselium. Miselium dapat berpenetrasi kedalam medium untuk mengambil nutrisi bagi pertumbuhannya. Hifa vegetatif dapat berkembang menjadi hifa reproduktif pada kondisi yang sesuai. Bagian hifa yang terdapat pada permukaan substrat atau mediumdisebut hifa aerial, dapat membentuk tubuh buah untuk memproduksi spora aseksual.Terdapat tiga jenis hifa berdasarkan septa (segmen) atau batas antar dinding sel satu dengan dinding sel lainnya. Hifa senositik adalah jenis hifa yang tidak memiliki septa, hifa jenis ini dimiliki oleh kelompok  Zygomycota. Hifa dengan septa berpigmen gelap, dimiliki oleh kapang “dematiceous”  dan hifa hialin merupakan hifa bersepta tanpa pigmen. Elemen yang terkecil dari jamur disebut hifa yaitu berupa benang- benang filamen yang terdiri dari sel-sel yang mempunyai dinding, protoplasma, inti dan biasanya mempunyai sekat. Hifa yang tidak mempunyai sekat disebut hifa sinositik. Benang-benang hifa ini bercabang-cabang dan bila membentuk anyaman disebut miselium.Hifa berkembang biak atau tumbuh menurut panjangnya denganmembentuk spora. Spora adalah alat reproduksi yang bisa dibentuk dalamhifa sendiri atau oleh alat-alat khusus dari jamur sebagai alat reproduksi.Besarnya antara 1-3µ dengan bentuknya bisa bulat, segi empat, kerucutatau lonjong. Spora-spora ini dalam pertumbuhannya makin lama makin besar dan memanjang sehingga membentuk satu hifa.Hifa umumnya mempunyai satu sekat, tetapi ada kalanya dari satuspora, dapat terbentuk satu hifa semu. Hifa semu dibentuk dari sel ragi.Pada salah satu sisinya membentuk tonjolan yang lebih besar sehinggatampak menyerupai hifa dan tidak mempunyai sekat. Anyaman dari hifaini disebut miselium semu.

 

2.3 Pembagian atau Klasifikasi Penyakit Jamur


Berdasarkan geografis Yaitu menurut letak penyebarannya, penyakit jamur yang menyerangseluruh dunia atau beberapa tempat di dunia.Contoh :

a.Jamur yang tersebar luas yang dapat menyerang seluruh permukaan bumi , misalnya :
Trikopitosis dan  Histoplasmosis.

b.Jamur yang hanya menyerang beberapa bagian di dunia ini,misalnya : Bakstimikosis Amerika

    Utara dan  blastomikosisAmerika Selatan.

  1. A.    Berdasarkan morfologi koloni

 

a.Jamur yang berfilamen yaitu jamur yang pada pembiakan memberikan koloni filamen misalnya

   Tricophyton dan Microsporum

b. Jamur ragi yaitu jamur yang pada pembiakan memberikan koloniragi misalnya kandidac.

    Jamur yang mempunyai 2 bentuk (jamur ganda) yaitu jamur yang pada pembiakan   

    temperature 37 Cmenghasilkan koloni ragi tetapi pada temperatur kamar akan memberikan   

    koloni filamen misalnya : potrikosis.

 

  1. B.     Berdasarkan etiologiPembagian ini sukar karena kita harus sampai pada spesies jamur sebagai penyebab penyakitnya misalnya :

a.Trikopitosis : penyebabnya Trichophyton

b.Aspergilosis : penyebabnya spesies aspergilus

c.Epidermopitosis : penyebabnya spesies epidermophyton

 

C. Berdasarkan topografi (bentuk klinis)

       a. Mikosis superfisialis yaitu jamur yang menyerang lapisan luar  pada kulit, kuku dan rambut. Dibagi dalam dua bentuk yaitu :

       •Dermatofitosis, yang terdiri dari : Tinea Kapitis, Tinea Kruris, TineaKorporis, Tinea pedis atau manus, Tinea Unguium (onikomikosis), TineaInterdigitalis, Tinea Imbrikata, Tinea Favosa, Tinea Baarbae.

      • Nondermatofitosis terdiri dari : Tinea Versicolor, Piedra Hitam, Piedra Putih

Perbedaan antara dermatofitosis dan nondermatofitosis terletak pada infeksi di kulit. Golongan dermatofitosis menyerang atau menimbulkan kelainan di dalam epidermis,mulai dari stratum korneum sampai stratum basalis, sedangkangolongan nondermatofitosis hanya pada bagian superfisialis dariepidermis. Hal ini disebabkan dermatofitosis mempunyai afinitas terhadap keratin yang terdapat pada epidermis, rambut dan kuku sehingga infeksinya lebih dalam.

a.Mikosis Intermediat yaitu jamur-jamur yang menyerang kulit,mukosa, subkutis dan alat-alat

   dalam terutama yang disebabkanoleh spesies kandida sehingga penyakitnya disebut kandidiasis
seperti Candida albicans.

b.Mikosis Dalam yaitu jamur-jamur yang menyerang subkutis danalat-alat dalam. Adapun jamur

   yang termasuk dalam golonganini yaitu : Aktinomikosis, Nokardiosis,

    Kriptokokosis,Fikomikosis sublutis, Aspergilosis, Histoplasmoosis,Kromomikosis,
Sporotrikosis, Blastomikosis Amerika Utara dan Amerika Selatan, Misetoma “Madura Foot”

2.4 Posisi fungi dalam taksonomi

Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti

Fungi dapat dibedakan menjadi 5 devisio yaitu :

- Oomycotina

- Zygomycotina

- Ascomycotina

- Basidiomycotina

- Deuteromycotina

2.5  Cara hidup

Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Saprofit
  • Parasit
  • Mutualisme

2.6  Habitat

Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

2.7  Reproduksi

Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

2.8  Ciri-ciri jamur
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

  1. a.      Struktur Tubuh
Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.

Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.

Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

 

  1. b.      Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.

Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

a. Parasit obligat
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia
carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).

b. Parasit fakultatif
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang
cocok.

c. Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang
mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah
mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur
saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga
mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung
menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

  1. c.       Pertumbuhan dan Reproduksi
    Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

  1. d.      Peranan Jamur
    Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
    a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan
    berprotein tinggi.
    b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
    dalam pembuatan tempe dan oncom.
    c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
    keju, roti, dan bir.
    d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
    e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum b Peradangan jari ( whitlow)

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut:
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

2.9 Jamur pada manusia

Jamur memang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Sedemikian eratnya sehingga manusia tak terlepas dari jamur. Jenis fungi-fungian ini bisa hidup dan tumbuh di mana saja, baik di udara, tanah, air, pakaian, bahkan di tubuh manusia sendiri.

”Jelasnya, di mana pun jamur bisa hidup, terutama di lingkungan yang cocok baginya berkembang biak. Manusia itu termasuk salah satu tempat bagi jamur untuk tumbuh, di samping bakteri dan virus,” jelas pakar kesehatan kulit dan kelamin, Dr Kusmarinah Bramono dari FKUI (RSUPN-Cipto Mangunkusumo) dalam pemaparan tentang jamur di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jamur bisa menyebabkan penyakit yang cukup parah bagi manusia. Penyakit tersebut antara lain mikosis yang menyerang langsung pada kulit, mikotoksitosis akibat mengonsumsi toksin dari jamur yang ada dalam produk makanan, dan misetismus yang disebabkan oleh konsumsi jamur beracun.

Pada manusia jamur hidup pada lapisan tanduk. Jamur itu kemudian melepaskan toksin yang bisa menimbulkan peradangan dan iritasi berwarna merah dan gatal. Infeksinya bisa berupa bercak-bercak warna putih, merah, atau hitam di kulit dengan bentuk simetris. Ada pula infeksi yang berbentuk lapisan-lapisan sisik pada kulit. Itu tergantung pada jenis jamur yang menyerang.

Menurut Jimmy Sutomo dari perusahaan Janssen-Cilag, sebagai negara tropis Indonesia menjadi lahan subur tumbuhnya jamur. Karena itu, penyakit-penyakit akibat jamur sering kali menjangkiti masyarakat.

”Kita lihat, banyak masyarakat tak menyadari bahwa dirinya terinfeksi oleh jamur. Bahkan, jamur bisa mengenai manusia dari kepala hingga ujung kaki, dari bayi hingga orang dewasa dan orang lanjut usia,” ujar Jimmy. Janssen-Cilag merupakan perusahaan farmasi yang memimpin pasaran dengan obat antijamur yang mengandung miconazole nitrate dua persen.

Jimmy menjelaskan, banyak orang meremehkan penyakit karena jamur, seperti panu atau kurap. Padahal, penyakit ini bisa menular lewat persentuhan kulit, atau juga dari pakaian yang terkontaminasi spora jamur. Banyak anggapan, katanya, penyakit panu atau kurap sekadar masalah kosmetik.

Anggapan ini dibenarkan Kusmarinah. ”Kami sering menangani pasien karena jamur. Mereka baru datang ke dokter kalau sudah merasakan gangguan kosmetik yang parah akibat infeksi jamur. Sebelumnya, mereka tak begitu memperhatikan penyakit ini.”

PENGOBATAN

Seharusnya, lanjut ahli kulit dari FKUI itu, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan diri dan menjaga kekebalan tubuhnya bila ingin terhindar dari infeksi jamur. Bahaya infeksi jamur tak sekadar menyebabkan panu atau kurap saja, tapi juga bisa menyebakan kematian bila infeksinya meluas dan bahkan masuk ke organ dalam tubuh.

Karena itu, bila mendapati dirinya terkena infeksi jamur maka seseorang itu perlu segera diobati. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan antijamur. Lamanya pengobatan tergantung pada tingkat infeksi yang terjadi. ”Pengobatan diusahakan dilakukan sampai penyakit hilang dan sembuh benar. Kami pun harus memilih jenis obat antijamur yang efektif membasmi jamur dengan efek samping yang minimal,” sambung Kusmarinah.

Dia mengemukakan, ada jenis obat yang bersifat iritan. Maksudnya, cara kerja obat tersebut memapas jamur dengan mengikis permukaan yang terkena jamur tiap lapisan. Biasanya obat ini memerlukan waktu 1-4 minggu untuk jenis panu atau kurap. Tapi, kondisi inipun tergantung pada tingkat keparahannya. Jenis obat lainnya bersifat fungisida. Ini lebih mengarahkan sasaran pada jamur itu sendiri tanpa mengiritasi kulit.

Kusmarinah dan Jimmy mengakui, banyak produk farmasi khusus untuk obat jamur kulit yang dijual bebas di pasaran. Umumnya masyarakat pun melakukan self medication atau pengobatan sendiri dengan membeli obat antijamur yang bebas itu. ”Bisa-bisa saja penderita melakukannya. Hanya saja, asal tahu jelas jenis infeksi jamur yang dideritanya. Namun, saya sering menemukan, masyarakat salah menggunakannya. Mereka biasanya berlebihan dalam menggunakan obat. Akibatnya, ketika kami diagnosis sulit bagi kami untuk melihat gejalanya,” demikian Kusmarinah merincinya.

Itu juga karena persoalan informasi yang tak sampai pada masyarakat pengguna produk. ”Untuk informasi produk seharusnya disampaikan oleh ahli farmasi. Di negara kita, fungsi ini tak berjalan,” cetus Jimmy.

Maka, masyarakat diharapkan berhati-hati dalam menggunakan obat. Sebab, infeksi jamur tak bisa dianggap enteng dan tak selalu bisa diatasi dengan pengobatan sendiri. Apalagi, dari seluruh penyakit kulit yang ditemui, masalah infeksi jamur ternyata tergolong cukup tinggi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan meminta saran pengobatan kepada dokter dan melakukan pencegahan terhadap infeksi jamur.

2.10. Kenali jenis infeksi jamur

a. Panu (pitiriasis versikolor): menyerang kulit, bercak putih, merah, atau hitam.

b. Kurap (dermatofitosis) yang terdiri atas Tinea Apitis menyerang kulit kepala, Tinea Korporis pada permukaan kulit, Tinea Kruris pada lipatan kulit, Tinea Pedis pada sela jari kaki (athlete’s foot), Tinea Manus pada kulit telapak tangan, Tinea Imbrikata berupa sisik pada kulit di daerah tertentu, dan Tinea Ungium (pada kuku). Umumnya berbentuk sisik kemerahan pada kulit atau sisik putih. Pada kuku, terjadi peradangan di sekitar kuku, dan bisa menyebabkan bentuk kuku tak rata permukaannya, berwarna kusam, atau membiru.

c. Ketombe (Pitiriasis Sika).

d. Infeksi Kandida (kandidosis) pada lipatan kulit, sela jari, sela paha, ketiak, bawah payudara, mulut (sariawan), genetalia (keputihan), dan ruam popok.

2.11 Faktor-Faktor pencetus infeksi

a. Lembab dan panas dari lingkungan, dari pakaian ketat, dan pakaian tak menyerap keringat.

b. Keringat berlebihan karena berolahraga atau karena kegemukan.

c. Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang gemuk.

d. Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.

e. Penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS, dan diabetes.

f. Kehamilan dan menstruasi. Kedua kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sehingga rentan terhadap jamur.

2.12 Cara memastikan penyakit jamur

a. Pemeriksaan tampilan secara klinis.

b. Pemeriksaan dengan bantuan sinar lampu Wood (UV), kerokan kulit, mukosa, kuku untuk pemeriksaan mikroskopik, dan pemeriksaan biakan untuk mengetahui jenis jamurnya.

jamur dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakan tekstur kulit sehingga terlihat buruk.

Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jika tidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas.

ü  Penyebab
Hingga kini diketahui ada 3 jenis jamur yang menyerang kulit, yaitu;

2. Tinea kapitis
Infeksi jamur ini menyerang kulit yang berambut, seperti kulit kepala, alis, dan bulu mata.

3. Microsporu canis
Jamur ini menyerang kulit tubuh, dan lebih sering dialami oleh anak-anak. Infeksi kulit yang disebabkan terlihat membengkak seperti sarang lebah. Jenis jamur ini diketahui cepat menular, karena berpindah secara mudah melalui sentuhan.

4. Tinea kruris
Infeksi jamur kulit yang menyerang lipatan paha, daerah selangkangan, dan sekitar
anus

ü  Gejala

Sepintas, gejala yang ditunjukkan infeksi jamur kulit terlihat serupa, yaitu; kulit kemerahan, bersisik, terjadi penebalan (pembengkakan), dan disertai rasa gatal.

Namun, Infeksi jamur kulit, tidak hanya disebabkan oleh satu jenis jamur saja. Jika diteliti, maka setiap jenis jamur menimbulkan gejala yang berbeda, serta menyerang kulit pada area tubuh yang berbeda.

ü  Cara Mengatasi

Pengobatan infeksi jamur dilakukan dengan memperhatikan jenis jamur. Karenanya kita disarankan untuk mengobati infeksi jamur dengan menggunakan obat antijamur.

Gunakan obat antijamur sesuai saran pemakaian atau petunjuk dokter agar infeksi
jamur teratasi maksimal.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesehatan kulit, dengan cara menghindari bertukar handuk, baju, atau sisir dengan orang lain, serta mandi 2 kali sehari.

Penyakit jamur dapat menyerang berrbagai bagian tubuh,tetapi lebuh banyak menyerang kulit.jamur yang bentuknya lebih mirip dengan tanaman dari pada bakteri,ini berkembang biak dengan spora.inilah yang membedakan antara tanaman dan bakteri.kulit yang diserang oleh jamur jarang menimbulkan demam atau nanah,kecuali mendapat komplikasi impeksi bakteri.

Banyak diantara jamur ini bermusuhan dengan kuman penyakit,tetapi jamur ini juga bermusuhan dengan kuman-kuman sahabat manusiayang meraja lela dalam tubuh,istimewa bakteri dalam usus atau liang senggama.

Jadi kalau terus menerus menggunakan penisilin,banyaklah bakteri yang berguna ini terbunuh,sehingga jamur dapat merajai tubuh.Banyak obat anti biotik tidak mampan terhadap penyakit jamu.kecuali satu,yaitu griseofulvin-yaitu obat obat untuk penyakit jamur.

Namun boleh jadi timbul berbagai macam akibat sampingan yang tidak menyenangkan.itulah sebabnya obat ini harus dibawah pengawasan dokter.Karena penyakit jamur mungkin ditimbulkan oleh lebih dari satu macam jamur maka perlu diadakan pemeriksaan laboratutium.

2.13  Penyakit yang di sebabkan oleh jamur

1. ATHLETES FOOT ( KAKI BERJAMUR)

Penyakit kaki berjamur disebabkan oleh jamur parasit yang biasanya menyerang kaki.Organisme yang menimbulkan berasal dari kolam renang atau tempat pemandian yang kotor yang biasa diserang ialah celah-celah jari,tapi dapat menjalar kebagian kaki lainnaya atau tangan .Namun apa yang muncul di tangan biasanya disebabkan oleh racun dalam datrah bukan oleh organisme itu sendiri.

Sementara kaki berjamur ini berkembang kulit mulai pecah dan luka ,akhirnya menjadi putih dan lunak akhirnya mengelupas dan amat gatal,sering pula terasa sakit.penyakit ini lebih ganas di daerah panas.

Pencegahannya :

1. Menjaga bagian yang terkena jamur agar tetap kering.

2. Bersihkan kaki dengan sabun mandi dan air hangat setiap malam,selama 15-30 menit dalam larutan boric acid

3. Lebih baik menggunakan kaos kaki katun yang putih,dan setiap hari diganti.

4. Jikalau terasa gatal sekali gunakan lrutan phenol 1 prosen dalam losion kelamina.

5. Agar tidak kambuh lagi,oleskanlah salap air raksa bercampur amino 2 prosen setiap malam.Dan taburi bedak talkum yang mengandung 1 prosen asam salicyl selama beberapa minggu setiap pagi.

2. KURAP BADAN.

Penyakit ini tergolong penyakit tubuh yang agak jinak.Ini disebabkan infeksi cendawan pada kulit muka,leher,tubuh,lengandan kaki.Dimulai dengan bercak-bercak seperti sisik dan lama-lama tumbuh seperti biji kacang ijo,tetapi membesar dengan cepat.Penyakit disembuhkan mula-mula dibagian tengah,sehingga membentuk lingkaran yang terdiri dari lepuh-lepuh.Bagia lingkaran luar agak menonjol sehingga bagian tengah kelihatan kusut.Lingkaran tersebut akan melebar sampai garis menengahnya mencapai 5 cm.Kadang-kadang bagian tengah tidak sembuh-sembuh tapi meradang terus dan membuat bercak-bercak sisik,tetapi penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit,hanya sedikit gatal.dan penyakit ini terjangkit dari binatang seperti kucing.

Pengobatan :

1. Mengoleskan salap klamina setiap tiga jam kepada bagian yang terkena untuk menghilangkan rasa gatal.

2. Mengunakan salah satu krem cendawan,seperti Holotex,Lotrimin atau Tinactin.

3. Obat griseofulvin sangat evektif bila di gunakan dalam pengawasan dokter.

3. RADANG SELAPUT OTAK( meningitis) karena infeksi jamur

Ada beberapa jenis infeksi jamur yang menyerangselaput otak,yaitu : actinomycosis,cryptococcosis,kandidiasis,coccidioiomycosis,blastomycosis dan hystoplasmosis.Gejalanya hampir sama dengan radang selaput otak akut.Dalam hal ini permulaan sangat mendadak dan penyakit ini berkembang menjadi penyakit yang patal.Gejalanya adalah sakit kepala,pusing-pusingmuntah-muntah dan biasanya leher menjadi pegal-pegal.

Pengobatannya : menggunakan obat-obatan yang berkhsiat untuk mengobati kebanyakan infeksi jamur,tapi sebelum mulai pengobatan,kita harus mengetahui jenis jamur yang menyebabkan infeksi.Olehsebnya penderita harus memeriksa kedokter.

4. BISUL DAN CARBUNCULUS

Bisyul itu keras,berwarna merah,sakit,membengkak pada permulaan sepeti jerawat sekitar akar rambut.Carbunculus bukanlah suatu bisul yang parah.Itu biasanya mempunyai beberapa kepalaatau inti yang disertai dengan rasa sakit secara keseluruhan

Bisul dan Carbunculus pada umumnya disebabkan oleh kuman yang sama yaitu Staphylococcus aureus Untuk menimbulkan satu bisul atau carbunculus kuman-kuman harus lebih dahulu memasuki kelenjar keringat atau akar rambut.Namun telah sering diperhatikan bahwa seorang mudah mendapat bisul dan carbunculus apabila dia mengidap penyakit gula,pertumbuhannya lambat,atau kalau kulit kena kotoran melalui gesekan pakain.

Inti suatu bisul mengandung bakteri yang tidak terhitung jumlahnya yang menyelang –nyelingi sel-sel darah putih.Sel-sel ini membentuk cairan kental,yaitu nanah di sekitarnya,dan nanah ini keluar sewaktu bisul itu pecah.Nanah yang mengandung kuman hidup mengandung kuman hidup itu akan menyebabkan infeksi dan menyebabkan bisul lain kalau kulit terkena nanah itu.Kehangatan dan kelembaban mempercepat pertumbuhan dan pemecahan inti bisul,yang melunakkan kulit itu agar nanah mudah keluar.Namun jikalau kulit tetap lembab,maka bisul semakin lembek,sehingga kuman-kuman dapt menyebar.Pembalut yang dibasahi dengan air garam atau dengan bahan kimia lainnyaakan merangsang pengeluaran nanah dari dalam jaringan kedalam pembalut.Setelah pecah,bisul itu akan segera membaik.

Pencegahan atau pengobatan;

1. Kalau muncul satu jerawat yang nampak menjelma seperti bisul,jika tidak berakar dan di tengahnya ada berwarna kuning,segera pecahkan jerawat dengan mengunakan ujung jarum yang sudah dicelupkan kedalam yodium atau asam karbon.

2. Setelah kulit itu mengering kira-kira sejam balutlah bagian itu dengan beberapa lapis pembalut,basahi pembalut dengan larutan garam dalam air hangat selama 2 jam dan kemudian biarkan mengering selama dua jam.

3. Sering monggosok kulit disekitar bisuldengan alkohol atau yodium,untuk mencegah serangan kuman yang ada didalam nanah.

5. INFEKSI JAMUR

· Disebabkan oleh jamur.

· Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat.

· Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal.

· Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur.

BAB III
PENUTUP

3,1 . Kesimpulan

1. Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya.

2. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan

3. Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut: SAprofit,Parasit,Mutualisme.

4. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar

5. Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual.

6. jamur bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

7. Ada 3 jenis jamur yang menyerang kulit, yaitu;

a. Tinea kapitis
Infeksi jamur ini menyerang kulit yang berambut, seperti kulit kepala, alis, dan bulu mata.

b.Microsporu canis
Jamur ini menyerang kulit tubuh, dan lebih sering dialami oleh anak-anak. Infeksi kulit yang disebabkan terlihat membengkak seperti sarang lebah. Jenis jamur ini diketahui cepat menular, karena berpindah secara mudah melalui sentuhan.

c. Tinea kruris
Infeksi jamur kulit yang menyerang lipatan paha, daerah selangkangan, dan sekitar
anus

8. Jamur dapat menyerang manusia seperti :

athletes foot ( kaki berjamur), kurap badan, radangselaput otak

( meningitis) karena infeksi jamur infeksi jamurbisul dan carbunculus

Comments are closed.

Stop censorship